ZAKAT

Zakat Penghasilan 2025: Nisab Terbaru BAZNAS dan Perhitungannya

πŸ“… 11 April 2026 ✏️ HitungCepat.id πŸ‘οΈ 7 pembaca βœ… Diperbarui Apr 2026

Zakat Penghasilan 2025: Nisab Terbaru BAZNAS dan Cara Menghitungnya

Bagi setiap Muslim yang bekerja dan memiliki penghasilan tetap, menunaikan nisab zakat penghasilan 2025 adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Di tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah menetapkan nilai nisab terbaru melalui SK BAZNAS No. 15/2026, yang menjadi acuan resmi bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menghitung dan menunaikan zakat penghasilan atau zakat profesi. Artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami ketentuan terbaru, cara menghitung zakat dengan benar, serta siapa saja yang wajib membayarnyaβ€”semua disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami.

Zakat penghasilan 2025 nisab terbaru baznas dan cara menghitungnya β€” header artikel | HitungCepat.id
Ilustrasi tidak tersedia

Apa Itu Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan, yang juga dikenal sebagai zakat profesi atau zakat maal dari hasil kerja, adalah zakat yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan, usaha, atau profesi halal seseorang. Berbeda dengan zakat fitrah yang dibayarkan sekali setahun menjelang Idul Fitri, zakat penghasilan dapat dibayarkan setiap bulan dari total gaji atau penghasilan yang diterima.

Landasan zakat penghasilan bersumber dari Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 267 yang memerintahkan umat Islam untuk menafkahkan sebagian dari hasil usaha yang baik-baik. Para ulama kontemporer, termasuk yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI), menegaskan bahwa penghasilan dari gaji, honorarium, konsultan, freelance, dan sumber penghasilan halal lainnya termasuk dalam kategori harta yang wajib dizakati.

Info: Zakat penghasilan berbeda dengan zakat fitrah. Zakat fitrah dibayar berupa makanan pokok atau senilai harganya menjelang Idul Fitri, sedangkan zakat penghasilan dibayar dari gaji atau penghasilan rutin setiap bulan atau setiap tahun.

Dasar Hukum Zakat Penghasilan di Indonesia

Zakat penghasilan 2025 nisab terbaru baznas dan cara menghitungnya β€” ilustrasi bagian 1 | HitungCepat.id
Ilustrasi tidak tersedia

Di Indonesia, pengelolaan zakat diatur secara resmi oleh negara melalui beberapa regulasi berikut:

  • UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat β€” menjadi payung hukum utama pengelolaan zakat nasional.
  • PP No. 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 23/2011 β€” mengatur mekanisme teknis pengelolaan zakat oleh BAZNAS dan LAZ.
  • Fatwa MUI No. 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan β€” melegitimasi kewajiban zakat atas penghasilan dari pekerjaan.
  • SK BAZNAS No. 15/2026 β€” menetapkan nilai nisab zakat penghasilan terbaru yang berlaku sebagai acuan nasional per tahun 2025/2026.
  • UU HPP 2021 dan PMK 168/2023 β€” mengatur mekanisme pengurangan Penghasilan Kena Pajak (PKP) bagi wajib pajak yang telah membayar zakat melalui lembaga resmi.
Info: Berdasarkan UU HPP 2021 dan aturan turunannya, zakat yang dibayarkan kepada BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi dapat dikurangkan dari Penghasilan Kena Pajak (PKP). Artinya, membayar zakat justru bisa mengurangi beban pajak Anda.

Nisab Zakat Penghasilan 2025 Terbaru Berdasarkan SK BAZNAS

Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah: berapa nisab zakat penghasilan 2025? Nisab adalah batas minimum harta yang mewajibkan seseorang membayar zakat. Untuk zakat penghasilan, nisab dihitung setara dengan 85 gram emas per tahun, mengikuti metode qiyas (analogi) terhadap zakat emas.

Berdasarkan SK BAZNAS No. 15/2026, nilai nisab zakat penghasilan ditetapkan sebagai berikut:

Keterangan Nilai
Standar nisab (setara emas) 85 gram emas
Harga emas acuan per gram (2025) Rp1.600.000
Nisab per tahun Rp136.000.000
Nisab per bulan Rp11.333.333
Kadar zakat 2,5%
Perhatian: Nilai nisab zakat penghasilan 2025 dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga emas. Pastikan Anda selalu mengacu pada SK BAZNAS terbaru atau menggunakan kalkulator zakat yang diperbarui secara berkala.

Artinya, jika penghasilan bersih Anda per bulan melebihi Rp11.333.333, atau penghasilan setahun melebihi Rp136.000.000, maka Anda wajib membayar zakat penghasilan sebesar 2,5% dari total penghasilan tersebut.

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan 2025 nisab terbaru baznas dan cara menghitungnya β€” ilustrasi bagian 2 | HitungCepat.id
Ilustrasi tidak tersedia

Tidak semua orang yang berpenghasilan otomatis wajib membayar zakat penghasilan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  1. Beragama Islam β€” Zakat hanya wajib bagi Muslim.
  2. Merdeka β€” Tidak dalam kondisi diperbudak (dalam konteks modern: tidak dalam kondisi yang menghalangi kepemilikan harta).
  3. Baligh dan berakal β€” Sudah dewasa dan waras secara akal.
  4. Mencapai nisab β€” Penghasilan bersih per tahun mencapai atau melebihi Rp136.000.000 (atau per bulan β‰₯ Rp11.333.333).
  5. Penghasilan dari sumber halal β€” Diperoleh melalui pekerjaan atau usaha yang dibenarkan syariat Islam.

Penghasilan yang termasuk objek zakat profesi meliputi: gaji karyawan swasta maupun PNS, honorarium dosen atau guru, penghasilan dokter, pengacara, konsultan, arsitek, penghasilan freelancer, komisi agen properti, serta penghasilan dari usaha jasa lainnya.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan Berdasarkan Nisab Zakat Penghasilan 2025

Ada dua metode utama dalam menghitung zakat penghasilan yang diakui ulama dan BAZNAS:

Metode 1: Zakat dari Penghasilan Kotor

Pada metode ini, zakat dihitung langsung dari penghasilan bruto (sebelum dikurangi kebutuhan hidup). Metode ini lebih mudah dan banyak dianjurkan oleh beberapa ulama kontemporer karena dianggap lebih berhati-hati.

Rumus: Zakat = 2,5% Γ— Total Penghasilan Kotor per Bulan

Metode 2: Zakat dari Penghasilan Bersih

Metode ini menghitung zakat setelah dikurangi kebutuhan pokok yang layak (biaya hidup, cicilan, tanggungan keluarga). Metode ini mengacu pada pendapat sebagian ulama yang menganalogikan zakat profesi dengan zakat pertanian (diambil setelah biaya produksi).

Rumus: Zakat = 2,5% Γ— (Penghasilan Kotor βˆ’ Kebutuhan Pokok Layak)

Info: BAZNAS memperbolehkan kedua metode di atas. Namun, untuk kemudahan dan kehati-hatian, banyak lembaga zakat resmi menganjurkan penggunaan metode penghasilan bersih (setelah kebutuhan pokok) agar zakat tidak memberatkan muzaki (pembayar zakat).

Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan

Berikut adalah dua contoh konkret cara menghitung zakat penghasilan berdasarkan nisab zakat penghasilan 2025:

Contoh 1: Karyawan Swasta dengan Metode Penghasilan Kotor

Profil     : Budi, karyawan swasta di Jakarta
Gaji pokok : Rp15.000.000/bulan
Tunjangan  : Rp2.500.000/bulan
Total gaji : Rp17.500.000/bulan

Cek Nisab:
Nisab per bulan (2025) = Rp11.333.333
Gaji Budi              = Rp17.500.000 βœ“ (melebihi nisab)

Perhitungan Zakat (Metode Kotor):
Zakat = 2,5% Γ— Rp17.500.000
Zakat = Rp437.500/bulan

Zakat Setahun:
Rp437.500 Γ— 12 = Rp5.250.000/tahun

Contoh 2: Guru Honorer dengan Metode Penghasilan Bersih

Profil           : Siti, guru honorer di Bandung
Penghasilan kotor: Rp14.000.000/bulan
Kebutuhan pokok  :
  - Biaya makan keluarga   : Rp3.000.000
  - Sewa kontrakan         : Rp2.500.000
  - Transportasi           : Rp800.000
  - Kebutuhan anak sekolah : Rp1.200.000
  - Utilitas (listrik,air) : Rp500.000
Total kebutuhan  : Rp8.000.000/bulan

Penghasilan bersih = Rp14.000.000 - Rp8.000.000
                   = Rp6.000.000/bulan

Cek Nisab:
Nisab per bulan (2025) = Rp11.333.333

Karena penghasilan BERSIH Siti (Rp6.000.000) di bawah nisab,
Siti TIDAK wajib zakat penghasilan bulan ini.

Namun jika dihitung dari PENGHASILAN KOTOR (Rp14.000.000)
yang melebihi nisab, maka:
Zakat = 2,5% Γ— Rp14.000.000 = Rp350.000/bulan

Catatan: Siti dapat memilih metode sesuai panduan ulama
yang dipercaya atau berkonsultasi dengan BAZNAS setempat.

Contoh 3: Freelancer / Pekerja Tidak Tetap

Profil            : Rizky, desainer grafis freelance
Penghasilan Januari: Rp8.000.000 (di bawah nis